Waspada Kandungan Zat Kimia Pada Jajanan Murah

Waspada Kandungan Zat Kimia Pada Jajanan MurahSelain makanan pokok yang harus dikonsumsi pada tiga waktu, yaitu pagi, siang dan malam, manusia pun mencari makanan lainnya yang disebut jajanan. Jajanan-jajanan ini biasanya dijual di tempat-tempat umum, seperti pasar, sekolah, kampus, dll. Harga jajanan-jajanan yang ditemukan di tempat-tempat tersebut relatif terjangkau oleh semua kalangan.

Es cendol, ­soft drink, cilok, es cingcau, dll merupakan beberapa contoh jajanan-jajanan yang poluler di lingkungan tatar sunda. Dibandrol dengan harga murah dan porsi yang cukup membuat para pedagang jajanan tersebut selalu laris setiap harinya. Tidak hanya kalangan anak-anak dan remaja, kalangan dewasa pun tidak sedikit yang ingin menikmati sensasi rasa dari jajanan-jajanan tersebut.

Hal yang menjadi kunci dari popularitas jajanan tersebut adalah rasa yang enak dan harga yang murah. Dengan kata lain, dua hal tersebut merupakan alasan kuat mengapa jajanan atau makanan ringan tersebut masih bertahan hingga saat ini.

Popularitas dari jajanan atau makanan ringan tersebut memang tidak diragukan lagi, namun tidak salah jika sebagai konsumen untuk cermat dan berhati-hati terhadap bahan-bahan yang terkandung dari jajanan murah tersebut.

Serangkaian penelitian dari otoritas pengawas obat dan makanan negeri ini sudah merilis hal yang tidak diduga sebelumnya bahwa banyak sekali produsen jajanan murah tersebut yang bisa dikatakan nakal karena menggunakan zat-zat kimia yang berbahaya demi menekan biaya produksi tanpa memikirkan kesehatan dari konsumennya.

Zat pewarna tekstil, formalin, dan boraks mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita karena fakta membuktikan beberapa produsen menggunakan bahan-bahan tersebut pada jajanan yang diproduksinya. Oleh karena itu, sikap waspada dan teliti harus menjadi pegangan kita sebagai konsumen sebelum membeli sebuah produk jajanan murah.

Memang tidak mudah untuk mendeteksi dan mengetahui kandungan sebuah zat pada jajanan yang hendak kita konsumsi, namun setidaknya kita bersikap kritis dan mencari referensi-referensi atau literatur tentang ciri-ciri makanan yang sehat. Di samping itu, kita juga sebagai konsumen berhak untuk bersikap kritis dengan menanyakan proses produksi jajanan tersebut kepada produsen atau vendornya.

Hal-hal tersebut merupakan cara-cara sederhana untuk menangkal tubuh kita dari masuknya zat-zat yang akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita.

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *